Apa itu surfaktan
Molekul-molekul kecil ini bertanggung jawab untuk "melonggarkan" dan menangkap kotoran dan minyak di permukaan batang rambut.
Surfaktan adalah zat yang dapat secara signifikan mengurangi tegangan permukaan (atau tegangan antarmuka). Mereka memiliki gugus hidrofilik dan lipofilik tetap yang dapat berorientasi pada permukaan larutan, yang menghasilkan penurunan tegangan permukaan yang signifikan
Ada 4 kelompok utama surfaktan yang dikategorikan berdasarkan jenis muatan ionik yang dibawanya (misalnya positif, negatif, keduanya, dan tidak bermuatan).
Dalam 4 kelompok ini terdapat BANYAK kombinasi molekul yang berbeda. Semua ini berarti, tidak ada surfaktan yang “baik” atau “buruk”—hanya beberapa yang lebih lembut daripada yang lain.
Bergantung pada komposisi dan sifat molekulernya, surfaktan dapat dibagi menjadi empat kategori utama: anionik, kationik, amfoterik, dan nonionik.
Anionic surfactants
Surfaktan anionik memiliki sejarah pengembangan terpanjang, volume produksi terbesar, dan variasi surfaktan terbesar. Mereka terionisasi ketika dilarutkan dalam air, menghasilkan gugus hidrofobik dan hidrofilik bermuatan negatif.
Gugus hidrofilik surfaktan anionik umumnya karboksilat, sulfonat, garam sulfat, garam fosfat, dan sebagainya.
Cationic surfactants
Surfaktan kationik biasanya merupakan turunan amina organik yang mengandung nitrogen. Atom nitrogen dalam molekulnya mengandung sepasang elektron bebas, sehingga dapat digabungkan dengan hidrogen dalam molekul asam melalui ikatan hidrogen, menjadikan gugus amino bermuatan positif. Oleh karena itu, mereka memiliki aktivitas permukaan yang baik dalam media asam tetapi mudah kehilangan aktivitas permukaan dalam media basa.
Amphoteric surfactants
Surfaktan amfoterik memiliki gugus bermuatan positif dan negatif dalam molekulnya dan dapat menunjukkan sifat surfaktan kationik atau anionik dalam media pH yang berbeda.
Nonionic surfactants
Surfaktan nonionik tidak terdisosiasi dalam air. Gugus hidrofiliknya adalah poliol seperti gliserol dan polietilen glikol, dan gugus lipofiliknya adalah asam lemak rantai panjang atau alkohol lemak rantai panjang, serta gugus alkil atau aril.
-------------------
SIFAT MUATAN
Sifat muatan
Perbedaan sifat ini secara langsung memengaruhi interaksinya dengan partikel bermuatan lain dalam larutan, sehingga menentukan karakteristik aplikasinya.
- Surfaktan anionik bermuatan negatif,
- surfaktan kationik bermuatan positif,
- surfaktan amfoterik dapat bermuatan positif atau negatif di lingkungan yang berbeda, dan
- surfaktan nonionik tidak bermuatan.
SIFAT Nilai Keseimbangan Hidrofilik Lipofilik (HLB) Nilai
HLB mencerminkan keseimbangan antara hidrofilisitas dan lipofilisitas suatu surfaktan. Berbagai jenis surfaktan memiliki nilai HLB yang berbeda, yang menentukan penerapannya dalam sistem yang berbeda.
Misalnya, surfaktan anionik dan nonionik biasanya memiliki nilai HLB yang lebih tinggi dan cocok untuk menyiapkan emulsi minyak dalam air,
sedangkan jenis kationik cocok untuk emulsi air dalam minyak.
Stabilitas Sifat Surfaktan
Surfaktan kationik cenderung kehilangan aktivitas permukaan dalam media alkali,
sedangkan jenis anionik dan nonionik relatif lebih stabil.
Surfaktan amfoterik dapat mempertahankan stabilitas yang lebih baik dalam rentang pH yang luas karena sifat muatan khusus mereka.
Toksisitas dalam surfaktan
Secara umum, surfaktan kationik lebih beracun,
sedangkan jenis anionik dan nonionik relatif kurang beracun.
Surfaktan anionik
Surfaktan anionik banyak digunakan dalam deterjen, kosmetik, tekstil, farmasi, dan bidang lainnya karena sifat deterjensi, emulsifikasi, dispersi, dan pembasahannya yang baik.
Misalnya, dalam deterjen, surfaktan anionik dapat secara efektif menghilangkan minyak dan kotoran;
dalam kosmetik, Surfaktan anionik mereka dapat digunakan sebagai pengemulsi dan pengental;
dalam industri tekstil, Surfaktan anionik dapat digunakan sebagai agen pembasah dan pelembut
Surfaktan Kationik
. Aplikasi surfaktan kationik Surfaktan kationik memiliki sifat bakterisida, antistatik, dan pelembut yang sangat baik, sehingga mereka umumnya digunakan dalam persiapan bakterisida, agen antistatik, pelembut, dan kondisioner rambut.
Dalam bidang medis, surfaktan kationik juga sering digunakan sebagai disinfektan untuk membunuh bakteri dan virus.
Surfaktan Amifoterik
Aplikasi Surfaktan Amfoterik banyak digunakan dalam produk perawatan pribadi seperti sampo, sabun mandi, dan produk perawatan kulit karena sifat muatannya yang unik dan biokompatibilitasnya yang baik.
Selain itu, surfaktan ini dapat digunakan untuk menyiapkan bahan dengan fungsi khusus, seperti bahan antimikroba dan bahan antistatis.
Aplikasi surfaktan nonionik
Karena aktivitas permukaannya yang ringan dan stabilitasnya yang baik,
surfaktan nonionik umumnya digunakan dalam pembuatan emulsi, mikrokapsul, pelarut, dan sediaan lainnya.
Di bidang farmasi, surfaktan non ionik dapat digunakan untuk membuat emulsi yang dapat disuntikkan, liposom, dan sistem penghantaran obat lainnya;
di industri makanan, surfaktan non ioink dapat digunakan sebagai pengemulsi, penstabil, dan agen pembasah.
Sodium Lauryl sulfate (SLS) dan sodium laureth sulfate (SLES) adalah dua surfaktan yang paling umum—dan kontroversial—yang ditemukan dalam sampo.
Keduanya menghasilkan busa yang kuat, yang menjadikannya pilihan bahan yang populer bagi produsen. Namun, keduanya juga bisa terlalu kuat untuk beberapa jenis rambut.
Fakta menarik: surfaktan bersifat hidrofobik —artinya menolak cairan— dan hidrofilik , yang berarti mereka juga mampu berikatan dengan air, pada tingkat molekuler. Bagian hidrofobik dari molekul tersebut menghilangkan lemak, sedangkan peran bagian hidrofilik benar-benar ditentukan oleh jenisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar